Bais Data 2

Ilham Rizky Almahdi UMSIDA


umsida.ac.id
fst.umsida.ac.id

NAMA             : Ilham Rizky Almahdi
Kelas                : Informatika 4/B1
NIM                 : 181080200070
KELOMPOK   : 12


BASIS DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R

 

1.      Konsep Sistem Basis Data

    Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi.

    Sistem basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. Sistem basis data memuat sekumpulan basis data dalam suatu sistem yang mungkin tidak ada hubungan antara satu dengan yang lain, tetepi secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai  sebuah sistem yang didukung oleh komponen lain.

    Komponen Sisten Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System), basis data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).

DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.

 

2.      Konsep Model Data

    Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antara data tersebut  untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokan menjadi 3 macam yaitu:

1)      Model Basis Data Objek (Object based data model)

    Merupakan himpunan data dan relasi  yang menjelaskan hubungan logik antar data dalamsuatu basis data berdasarkan pada objek datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model. Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual Data Model (CMD). Merupakan suatu modul untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa dunia nyata  terdiri dari objek-objek dasar (entitas) yang mempunyai hubungan atau relasi antar objek-objek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan mengunakan simbol-simbol grafik tertentu.

2)      Model data berbasis Record (Record Based Data Model)

    Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relation model.

Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya kedalam bentuk tabel-tabel yang terdiri atas sejumlah baris yang menunjukkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.

3)      Physical Based Data Model

    Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam basis data. Model ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan komplksitasnya yang tinggi.

 

3.      Bahasa Basis Data

    Bahasan yang digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu:

1)  DDL (Data Definition Language) yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangaka dari basis data yang meliputi:

a.       Membentuk baris data, tabel, indeks.

b.      Mengubah struktur table.

c.       Menghapus basis data, tabel atau indeks.

2)    DML( Data Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data pada basis data yang meliputi:

a.       Menambahkan atau menyisipkan data baru ke basis data.

b.      Mengelolah data yang tersimpan dalam basis data (query).

c.       Mengubah dan menghapus data dalam basis data.

3)      DCL (Data Control Language) digunakan untuk pengaturan hak akses pengguna pada basis data yang meliputi:

a.       Menugaskan hak akses terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna.

b.      Membatalkan hak akses pengguna terhadap basis data.

 

4.      Entity Relationship Diagram (ER-D)

    Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan objek atau entitas. ER-D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakulan analis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direlasikan data di dalamnya.

1.      Komponen ER_Diagram

    Sebuah diagram ER tersusun atas tiga komponen, yaitu entitas yang brupa objek dasar yang terlibat dalam sistem, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan hubungan yang terjadi diantara dua entitas,

a.       Entitas (Entity)

    Ntitas menunjukkan objek-objek dasar yang terkait dalam sistem. Objek dasar dapat berupa orang, benda atau hal  yang keterangannya perlu disimpan didalam basis data. Macam-macam entitas:

·         Entitas Reguler

    Entitas ini disebut juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang lain.

Contoh: Mahasiswa, Matakuliah.

·         Entitas Dependen

    Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas / indpenden atau entitas lemah (weak entity) atau entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada ntitas lain sebagai acuannya (entitas reguler).

Contoh: Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada entitas Matakuliah.

·         Entitas super type dan sub type

    Entitas super type merupakan entitas yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi yaitu membawahi atau mempunyai entitas bagian yang lebih rendah.

Contoh: Entitas Karyawan

    Entitas sub type merupakan entitas yang lebih rendah yaitu entitas yang menjadi entitas bagian dari entitas lain.

Contoh: Entitas karyawan_tetap dan karyawan_tidak_tetap.

b.      Atribut (Attribute)

    Merupakan keterangan-keteranagan yang terkain pada sebuah entitas yang perlu disimpan kedalam database. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas. Contoh:mahasiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lahir, dsb.

Atribut pada sebuah entitasdibagi menjadi 2 yaitu:

·         Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen /nilai/elmenter.

Contoh: pada entitas mahasiswa adalah tahun masuk = 2013.

·         Atribut komposit (composite attribute),yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.

Contoh: pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.

c.       Kerelasian antar entitas (Entity Relationship)

    Mendefinisikan hubungan antara 2 buah entitas. Jenis kerelasian antar entitas dibagi menjadi 3 sebagai berikut:

1)      Kerelasian jenis satu ke satu (one to one), kerelasian terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya mungkin terjadi sebuah kejadian atau transaksi pada kedua entitas. Dimana setiap tupel (baris) pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.

2)      Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini terjadi atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan trjadi satu kali dalam entitas pertama dan dapat trjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.

·         Satu ke banyak (one to many)

Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.

·         Banyak ke satu (many to one)

Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel padaentitas B.

3)     Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many)

Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi diantara dua entitas yang berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan kedua. Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.

2.      Langkah-langkah Membuat ER_Diagram

Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

·         Indentifikasikan setiap entitas yang terlibat.

·         Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.

·         Tentukan primari key dari masing-masing entitas.

·         Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yang terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.

·         Gambar simbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan.

·         Cek ER_Diagram yang terbentuk, dalam hal: kelengkapan entitas, kelngkapan atribut, kelengkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.

 

STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)

 

1.  SQL (Structured Query Language)

SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali ditererapkan pada sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada sebagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe. SQL dapat digunakan baik secara berdiri sendiri maupun dilekatkan pada bahasa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL, dan Informix.

 

2.  Elemen SQL

Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.

1)       Pernyataan

Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan kepada DBMS (Database Management System). SQL memiliki kira-kira 30 pernyataan. Beberapa pernyataan dasar SQL dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel Pernyataan SQL

Pernyataan

Keterangan

CREATE

Menciptakan basis data, tabel atau indeks

ALTER

Mengubah struktur tabel

DROP

Menghapus basis data, tabel atau indeks

COMMIT

Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data

ROLLBACK

Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan

INSERT

Menambahkan sebuah baris pada tabel

UPDATE

Mengubah nilai pada sebuah baris

SELECT

Memilih baris dan kolom pada tabel

DELETE

Menghapus baris pada tabel

GRANT

Menugaskan hak terhadap basis data kepada penguna atau grup pengguna

REVOKE

Membatalkan hak tetrhadap basis data

 

Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :

a)       Data Definition Language (DLL) : digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.

b)      Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE

c)       Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : GRANT, REVOKE.

2)      Nama 

Nama digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS ( Database Management System). Contoh objek pada DBMS adalah tabel,kolom dan pengguna.

 3)    Tipe Data

Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL :

Tabel Tipe data untuk numerik

Tipe

Keterangan

Range Nilai

TINYINT

Nilai integer yang sangat kecil

Signed : -128 s.d. 127

Unsigned : 0 s.d. 255

SMALLINT

Nilai integer yang kecil

Signed : -32768 s.d.32767

Unsigned : 0 s.d. 65535

MEDIUMINT

Integer dengan nilai medium

Signed : -8388608 s.d. 8388607

Unsigned : 0 s.d. 16777215

INT

Integer dengan nilai standar

Signed : -2147483648 s.d. 2147483647

Unsigned : 0 s.d. 4294967295

BIGINT

Integer dengan nilai besar

Signed : -9223372036854775808 s.d 9223372036854775807

Unsigned : 0 s.d. 18446744073709551615

FLOAT

Bilangan desimal dengan single-precission

Minimum ± 1.175494351e-38

Maksimum ± 3.402823466e+38

DOUBLE

Bilangan desimal dengan double-precission

Minimum ± 2.220573858507201-308

Maksimum ± 1.7976931348623457e+308

DECIMAL (M,D)

Bilangan float (desimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam suatu kolom, N adalah jumlah digit dibelakang koma

Tergantung nilai pada M dan D

Keterangan :

Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data numerik

-          Signed : data yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negatif dan positif.

-          Unsigned : digunakan agar data yang dimasukkan bukan data negatif (>=0). Tipe data float tidak dapat dinyatakan dengan unsigned.

Tabel Tipe data string atau karakter

Tipe

Keterangan

Ukuran Maksimum

CHAR(n)

String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n

1 M byte

VARCHAR(n)

String karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n

1 M byte

TINYBLOB

BLOB(Binary Large Object) yang sangat kecil

2 -1 byte

BLOB

BLOB berukuran kecil

2 -1 byte

MEDIUMBLOB

BLOB berukuran sedang

2 -1 byte

LONGBLOB

BLOB berukuran besar

2 -1 byte

TINYTEXT

String teks yang sangat kecil

2 -1 byte

TEXT

String teks berukuran kecil

2 -1 byte

MEDIUMTEXT

String teks berukuran medium(sedang)

2 -1 byte

LONGTEXT

String teks berukuran besar

2 -1byte

ENUM

Enumerasi, kolom dapat diisi dengan satu member enumerasi

65535 anggota

SET

Himpunan, kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan

64 anggota himpunan

Tabel Tipe data tanggal dan jam

Tipe

Range

Format

DATE

“1000-01-01” s.d. “9999-12-31”

“0000-00-00”

TIME

“-832:59:59” s.d. “838:59:59”

“00:00:00”

DATETIME

“1000-01-01 00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59”

“0000-00-00 00:00:00”

 

4)      Konstanta

Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah. Konstanta sering dipakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi menjadi 2 :

I.      Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25

II.      Konstanta bertipe karakter : ‘Teknik Informatika’

Keterangan:

Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan desimal adalah berupa tanda titik.

5)       Operator Aritmatika

Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh suatu nilai dari hasil perhitungan.

Contoh : harga*jumlah+2

Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi aritmatika :

Tabel Simbol Ekspresi Aritmatika

Simbol

Keterangan

*

Perkalian

/

Pembagian

+

Penjumlahan

-

Pengurangan

%

Sisa pembagian

 

6)   Operator Relasi

Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan informasi dengan criteria tertentu. Simbol-Simbol yang dapat digunakan pada operator relasi :

Table Simbol Operator Relasi

Simbol

Keterangan

=

Sama dengan

Lebih besar

Lebih kecil

>=

Lebih besar atau sama dengan

<=

Lebih kecil atau sama dengan

<> 

Tidak sama dengan

 

7)    Operator Logika

Operator logika ada 3 yaitu OR, AND dan NOT

Table Operator Logika

Simbol

Keterangan

NOT atau !

Sebagai negasi atau pembalik nilai

OR atau ||

Atau

AND atau &&

Dan

 

8)   Operator Pembanding

Table Operator Pembanding

Simbol

Keterangan

IS NOT NULL

Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not null)

IS NULL

Apakah sebuah nilai adalah kosong (null)

BETWEEN

Apakah suatu nilai di antara dua batasan nilai

IN

Apakah suatu nilai berada di dalam pilihan yang ada

NOT IN

Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada

LIKE

Apakah suatu nilai sesuai dengan criteria tertentu

NOT LIKE

Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu

 

 

9)        Anggrate Function (Fungsi Agregat)

Fungsi adalah sebuah subprogram yang menghasilkan suatu nilai jika dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL, suatu fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi statistic standar yang dikenakan pada suatu table atau query.

a.      SUM(ekspresi)

Fungsi ini digunakan untuk mendapat nilai total dari suatu kolom pada suatu table.

b.      AVG(ekspresi)

Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata nilai dalam suatu kolom dari suatu table atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG umumnya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya adalah kolom dengan tipe data numeric.

c.      COUNT(x)

Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dalam suatu kolom dari suatu table. X adalah nama kolom yang ingin dicari jumlah barisnya.

d.      MAX(ekspresi)

Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terbesar dari suatu kolom dari suatu table kolom yang dicari nilai terbesarnyamemiliki tipe data numeric

e.      MIN(ekspresi)

Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil dari suatu kolom dari suatu table kolom yang dicari nilai terkecilnya memiliki tipe data numerik.

 

3.    MySQL (My Structured Query Languange)

MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah license GPL (General Public License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi harus bersifat open source. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Languange)

Kelebihan MySQL dalam mengelolah data adalah :

·      Kecepatan, MySQL mempunyai kecepatan paling baik disbanding RDBMS lainnya.

·      Mudah di gunakan, perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya relative mudah diingat dan diimplementasikan  karena MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa standar database.

·      Open source, MySQL sudah menggunakan konsep open source, artinya siapa pun dapat ikut dalam mengembangkan MySQL dan hasil pengembangannya dipublikasikan kepada pemakai.

·      Kapabilitas, MySQL mampu memproses data yang tersimpan dalam database dengan jumlah 50 juta record, 60.000 table dan 5.000.000.000 juta baris.

·      Biaya murah, pemakai dapat menggunakan MySQL tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal selama mengikuti konsep open source.

·      Keamanaan, MySQL menerapkan sistem keamanaan dan hak akses secara bertingkat, termasuk dukungan dengan keamanan data secara pengacakan lapisan data.

·      Lintas platform, MySQL dapat dijalankan pada beberapa sistem operasi diantaranya yaitu Linux, Windows, FreeBSD, Novel Netware, Sun Solaris, SCO Open Unix dan IBM’s AIX.

 

 

DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)

Data Definition Language (DLL)

            DLL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan objek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batsan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.

Tabel Perintah-perintah dalam DLL

Perintah

Keterangan

Create Database

Membuat basis data

Drop Database

Menghapus basis data

Create Table

Membuat tabel

Alter Table

Mengubah atau menyisipkan kolom pada tabel

Drop Table

Menghapus tabel dari basis data

Create Index

Membuat index

Drop Index

Menghapus index

 

 

 

DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)

 

1.    Data Manipulation Language (DML)

Data manipulation language (DML) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain : perintah untuk memilih data (query),menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.

Bentuk Manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah :

1)       Melakukan pencarian kembali data lama.

2)      Penyisipan data baru kedalam tabel.

3)      Penghapusan data.

4)      Pengubahan data.

5)      Menampilkan data dengan kriteria tertentu.

6)      Menampilkan data secara terurut.

 

      DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

a.      Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.

b.      Non prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).

 

2.     Perintah DML sebagai berikut :

a.        INSERT, Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel.

b.        UPDATE, Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.

c.         SELECT, Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.

d.   DELETE, Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris.

 

 

QUERY DAN VIEW

1.      Query

Query merupakan suatu proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif dan terbatas.

 

1)      Aturan dalam melakukan query antar tabel :

a.       Setiap field disebutkan bersama dengan nama tabelnya, dipisahkan tanda titik (.).

b.      Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak mempengaruhi proses query.

c.       Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join yang tercipta.

 

2)      Jenis-jenis join pada query :

a.       Operator Cross Join

Operator ini berguna untuk melakukan operasi penggabungan dengan perkalian kartesain. Namun penggabungan jenis ini jarang digunakan karena tidak menghasilkan nilai informasi yang efektif.

b.      Operator Inner Join

Inner join digunakan untuk menampilkan data dari dua tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null), dengan kata lain semua data dari tabel kiri mendapat pasangan data dari tabel sebelah kanan.

c.       Operator Equijoin

Equijoin adalah penggabungan antar tabel dengan menggunakan operator ‘=’ pada kondisi klausa WHERE

d.      Operator Self-Join

Self-join adalah jenis penggabungan antar field dari tabel yang sama. Untuk melakukan penggabungan self-join menggunakan alias.

e.       Operator Natural Join

Operator ini digunakan untuk melakukan operasi equijoin dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama sebagai kolom penghubung.

Natural Join dibedakan menjadi  2 yaitu :

·         Natural Left Join

Natural left join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kiri perintah natural left join beserta pasangannya dari tabel sebelah kanan. Meskipun terdapat data dari sebelah kiri tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.

·         Natural Right Join

Natural right join digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kanan perintah natural right join beserta pasangannya dari tabel sebelah kiri. Meskipun terdapat data dari sebelah kanan tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.

3)      UNION, INTERSECT dan EXCEPT

a.       UNION

UNION merupakan operator yang digunakan untuk menggabungkan hasil query, dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.

b.      INTERSECT

INTERSECT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.

c.       EXCEPT / Set Difference

EXCEPT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query 2 dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.

4)      Nested Queries / Subquery (IN, NOT IN, EXISTS, NOT EXISTS)

Subquery berarti query di dalam query. Dengan menggunakan subquery, hasil dari query akan menjadi bagian dari query di atasnya.

Subquery terletak di dalam klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, subquery digunakan untuk memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query. Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok baris yang kemudian digunakan oleh query.

2.      View

View adalah perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.

3.      Penggunaan view

1)      View antar 2 tabel

2)      View dengan 3 tabel

 

 

 

Data Control Language (DCL) / Hak Akses

 

A.  Pemahaman Hak Akses

Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.

 

Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.

 

B.  Mengatur Hak Akses

Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).

 

1.      Perintah GRANT

Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.

2.      Perintah REVOKE

 

C.  Membatasi Hak Akses

Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.

 

D.  Hak Akses Penuh

Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).

 

E.  Hak Akses kepada Public

Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD.

 

F.   Pencabutan Hak Akses

1.      Pencabutan Hak Akses Sementara

Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.

2.      Perintah DELETE

Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.

 

 


Komentar

Postingan Populer